Rabu, 08 Agustus 2012
Kamis, 02 Agustus 2012
PASANGAN YANG ADIL DAN PANTAS DARI TUHAN
Bertahun-tahun yang lalu, Aku berdoa kepada Tuhan
untuk memberikan pasangan hidup, kemudian tuhan menjawab "Engkau tidak memiliki pasangan karena
engkau tidak memintanya", padahal Tidak hanya Aku meminta kepada
Tuhan, bahkan Aku menjelaskan kriteria pasangan yang kuinginkan. Aku menginginkan
pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan
damai dan sukacita, murah hati, penuh
pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Aku
bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini kuimpikan.
Sejalan dengan berlalunya waktu, Aku menambahkan daftar kriteria yang
kuinginkan dalam pasanganku.
Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam
hatiku," Hamba-Ku, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan.
" Aku bertanya, "Mengapa Tuhan?" dan Ia menjawab, " Karena
Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku
lakukan adalah benar." " Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku
tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta
dari-Mu?" " Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskannya kepada-Mu,
Adalah suatu ketidak adilan dan ketidak benaran bagi-Ku untuk memenuhi
keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti
engkau. Tidaklah adil bagi-Ku untuk memberikan seseorang yang penuh dengan
cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan
seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudah
mengampuni tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseorang yang
sensitif, namun engkau sendiri tidak..."
Kemudian Ia berkata kepadaku, "Adalah
lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat
menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau
membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu. Pasanganmu
akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri
di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu.
Pernikahan adalah seperti sekolah - suatu
pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan
pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk
menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang
lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan
pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang
yang dapat tumbuh bersamamu."
Kisah Ini untuk: yang sudah menikah, yang baru saja menikah, yang sedang mencari...
Selasa, 31 Juli 2012
langkah - langkah memaksimalkan potensi diri
Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan
dalam karir,
rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali kita terbentur oleh berbagai
kendala. Dan kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri.
Melalui karyanya, Joel Osteen menantang kita untuk keluar dari pola pikir yang
sempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru.
Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal :
* Langkah pertama
rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali kita terbentur oleh berbagai
kendala. Dan kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri.
Melalui karyanya, Joel Osteen menantang kita untuk keluar dari pola pikir yang
sempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru.
Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal :
* Langkah pertama
perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan ini
dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi.
Anda harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih.
Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu,
meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalam perbuatanmu dan dalam setiap
aspek kehidupanmu.
* Langkah ke dua
dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi.
Anda harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih.
Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu,
meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalam perbuatanmu dan dalam setiap
aspek kehidupanmu.
* Langkah ke dua
mengembangkan gambar diri
yang sehat. Itu artinya Anda harus
melandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda.
Keberhasilanmu meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana Anda memandang
dirimu sendiri dan apa yang Anda rasakan tentang dirimu. Sebab hal itu akan menentukan
tingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak. Fakta menyatakan bahwa Anda tidak akan
pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai dirimu sendiri
* Langkah ke tiga
melandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda.
Keberhasilanmu meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana Anda memandang
dirimu sendiri dan apa yang Anda rasakan tentang dirimu. Sebab hal itu akan menentukan
tingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak. Fakta menyatakan bahwa Anda tidak akan
pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai dirimu sendiri
* Langkah ke tiga
temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu.
Target utama serangan musuh adalah pikiranmu. Ia tahu sekiranya ia
berhasil mengendalikan dan memanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka ia
akan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu.
Pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan.
Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran.
Target utama serangan musuh adalah pikiranmu. Ia tahu sekiranya ia
berhasil mengendalikan dan memanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka ia
akan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu.
Pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan.
Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran.
* Langkah ke empat
lepaskan masa
lalu, biarkanlah ia pergi...
Anda mungkin saja telah kehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminya
dalam hidup ini. Jika Anda ingin hidup berkemenangan , Anda tidak boleh memakai
trauma masa lalu sebagai dalih untuk membuat pilihan-pilihan yang buruk saat ini.
Anda harus berani tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan atas sikap burukmu
selama ini, atau membenarkan tindakanmu untuk tidak mengampuni seseorang.
* Langkah ke lima
Anda mungkin saja telah kehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminya
dalam hidup ini. Jika Anda ingin hidup berkemenangan , Anda tidak boleh memakai
trauma masa lalu sebagai dalih untuk membuat pilihan-pilihan yang buruk saat ini.
Anda harus berani tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan atas sikap burukmu
selama ini, atau membenarkan tindakanmu untuk tidak mengampuni seseorang.
* Langkah ke lima
temukan kekuatan di dalam
keadaan yang paling buruk sekalipun
Kita harus bersikap :" Saya boleh saja terjatuh beberapa kali dalam hidup ini, tetapi
tetapi saya tidak akan terus tinggal dibawah sana." Kita semua menghadapi
tantangan dalam hidup ini . KIta semua pasti mengalami hal-hal yang datang
menyerang kita. Kita boleh saja dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk hidup
berkemenangan adalah belajar bagaimana untuk bangkit lagi dari dalam.
* Langkah ke enam
Kita harus bersikap :" Saya boleh saja terjatuh beberapa kali dalam hidup ini, tetapi
tetapi saya tidak akan terus tinggal dibawah sana." Kita semua menghadapi
tantangan dalam hidup ini . KIta semua pasti mengalami hal-hal yang datang
menyerang kita. Kita boleh saja dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk hidup
berkemenangan adalah belajar bagaimana untuk bangkit lagi dari dalam.
* Langkah ke enam
memberi dengan sukacita. Salah satu tantangan terbesar
yang kita hadapi adalah godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri.
Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang menginginkan yang terbaik buat kita,
Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahanNya dan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita,
namun kadang kita lupa dan terjebak dalam prilaku mementingkan diri sendiri.
Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah dibayangkan
apabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain.
* Langkah ke tujuh
yang kita hadapi adalah godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri.
Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang menginginkan yang terbaik buat kita,
Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahanNya dan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita,
namun kadang kita lupa dan terjebak dalam prilaku mementingkan diri sendiri.
Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah dibayangkan
apabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain.
* Langkah ke tujuh
memilih untuk berbahagia hari ini. Anda tidak harus menunggu
sampai semua persoalanmu terselesaikan. Anda tidak harus menunda kebahagiaan
sampai Anda mencapai semua sasaranmu. Tuhan ingin Anda berbahagia apapun kondisimu,
sekarang juga !
( Dikutip dari : Mencapai potensi hidup yang maksimal by Joel Osteen)
sampai semua persoalanmu terselesaikan. Anda tidak harus menunda kebahagiaan
sampai Anda mencapai semua sasaranmu. Tuhan ingin Anda berbahagia apapun kondisimu,
sekarang juga !
( Dikutip dari : Mencapai potensi hidup yang maksimal by Joel Osteen)
Sabtu, 28 Juli 2012
Pembantaian umat muslim Rohingya di myanmar
pembantaian umat muslim Rohingya di myanmar
Kaum Muslim Rohingya yang menderita diskriminasi agama dan etnis di
Burma terus mengalir ke Bangladesh, di mana mereka meninggalkan semua
apa yang dimiliki di belakang mereka. Mereka harus menempuh perjalanan
yang sulit untuk bisa menyelamatkan kehidupan mereka, hingga akhirnya
mereka sampai di kamp-kamp yang berada di perbatasan Bangladesh.
Ubaida Khatun, salah satu pengungsi yang baru beberapa hari lalu tiba
di Bangladesh mengisahkan apa yang dialaminya selama ia berada di
negerinya. Ia menjelaskan bahwa rumahnya diserang, dan para penyerang
membunuh suaminya, adiknya serta menyiksa dirinya hingga mereka mengira
bahwa dirinya telah mati, lalu melemparkannya ke tepi sungai.
Ubaidah Khatun menegaskan bahwa kaum Muslim Myanmar tidak memiliki
kesempatan untuk mengubur kaum Muslim yang meninggal, sebab mayat mereka
dimasukkan ke dalam gerobak dan dibawanya ke tempat-tempat yang tidak
diketahui.
Ubaidah mengingatkan bahwa anak-anak perempuan yang paling banyak
mengalami penyiksaan, di mana mereka diperkosa dan disiksa sampai mati;
begitu juga para balita mereka lemparkan, seperti mereka melemparkan
batu.
Ubaidah menegaskan bahwa sudah tidak ada lagi apa yang bisa dimakan
di Arakan, di mana kaum Muslim di sana terpaksa makan batang-batang
pohon pisang, yang pada gilirannya akan habis juga.
Dalam konteks yang sama, Abdul Kalam yang sudah lebih lama berada di
kamp tersebut juga mengisahkan apa yang dideritanya. Ia mengatakan bahwa
kaum Muslim tidak bisa pergi ke pasar untuk mendapatkan kebutuhannya,
dan mereka juga tidak bisa bekerja. Sehingga siapa saja dari mereka yang
pergi untuk bekerja, maka ia akan menghadapi penyerangan, seperti yang
terjadi pada dirinya ketika ia ditikam dengan pisau karena ia pergi
bekerja, dan kemudian ia dilemparkan ke dalam penjara dengan tuduhan
melakukan pencurian.
Abdul Kalam mengatakan bahwa dalam periode belakangan ini rumah-rumah
kaum Muslim menjadi target pelemparan bom molotov, sebab sudah tidak
ada lagi pengakuan akan hak kaum Muslim untuk hidup di Burma.
Kaum Muslim Teluk Arakan menghadapi berbagai aksi kekerasan dan
pembunuhan massa oleh kelompok ekstrimis Budha. Dimana sumber HAM
smenegaskan bahwa jumlah kaum Muslim yang meninggal di Burma telah
mencapai 20 ribu akibat penyerangan terhadap mereka yang dimulai sejak
bulan Juni lalu oleh kelompok ekstrimis Budha yang berkolusi dengan
pihak penguasa.
Bahkan Amnesty International mengakui bahwa kaum Muslim di Burma
menjadi sasaran pelanggaran oleh kelompok-kelompok ekstrimis Budha,
dengan disaksikan oleh pemerintah.
Amnesty mengatakan: “Kaum Muslim di wilayah Rakhine, yang terletak di
sebelah barat Burma menghadapi berbagai penyerangan dan penahanan
membabi buta dalam beberapa minggu, yang kemudian disusul oleh berbagai
aksi kekerasan di wilayah tersebut.”
Seorang juru bicara Amnesty mengatakan: “Sejak itu, ratusan orang
ditangkap di daerah-daerah di mana kaum Muslim Rohingya tinggal.”
Langganan:
Postingan (Atom)




